Kamis, 12 Februari 2015

Tetap Tersenyum di Tengah Badai

Akhir2 ini (lebih tepatnya beberapa bulan terakhir) jadi jarang nulis.
Kebiasaan buruk yang nggak boleh diterusin sih.
Akhir2 ini juga banyak badai tsunami angin ribut puting beliung gempa bumi yang lagi ngetes kekuatan hatiku. Lebay amat sih yak? Hahahaha

Yang jelas lagi banyak masalah menghantam di tengah segala kesibukan dan beban yang nggak bakalan aku persalahkan siapa dan kenapanya, hehe. Toh manusia hidup kalo ga banyak masalah ya namanya bukan hidup. Kalon banyak cucian ya namanya laundry. Hahahaha.

Kalian yang baca ini, pernah ngerasain nggak sih, saking nyeseknya sampe nggak bisa nangis.
Saking sedihnya sampe nggak bisa sedih lagi. Emang bener kata Dee, kalo udah melampaui suatu hal, bisa jadi kita mati rasa lagi setelahnya.
Aku sudah biasa punya haters sejak dulu dan aku sudah terbiasa mengabaikan mereka.
Di urusan pekerjaan sekalipun. Kalo aku terus2an ngikutin apa maunya orang, kapan aku ngikutin apa mauku sendiri. Iya kan?

Bahkan sekarang, di saat ada berbagai beban yang menuntut untuk diselesaikan, aku bahkan nggak diijinkan untuk menikmati hobby(sekaligus pekerjaanku) dengan aman dan nyaman.
Entahlah apa yang mereka pikirkan, aku nggak pernah tahu dan nggak pernah mau tahu.
Yang aku tahu cuman karma does exist. 
Kalo emang aku sekarang dapat perlakuan kayak gini, mungkin dulu aku pernah melakukan sesuatu yang buruk ke orang lain.
I wont blame anyone for this situation.

Yang aku tahu,
Tuhan sedang berusaha menyelamatkan aku dari lingkungan buruk.
Entah aku menjadi semakin kuat jika bertahan disini.
Atau
bahkan aku jadi menemukan tempat dengan lingkungan yang baik.
Aku nggak pernah tahu.

Sekali lagi, Makasih dee. Udah kasih tau aku sesuatu yang bener2 selalu aku inget sampe sekarang.
Setiap pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu yang dibutuhkan hanyalah waktu.


0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..