Jumat, 27 Mei 2011

Bukan Kompetisi, Tetapi Seleksi Alam


Kehadiranmu membukakan sebuah misteri yang selama ini tersembunyi.
Membuat rasa pahit tersayat di lidah yang sebelumnya selalu manis.
Mematahkan setiap rumus paten yang sudah lama aku indahkan.
 Merusak tatanan setiap norma yang telah ku lakukan berulang.
Walaupun tadinya gelap, panas dan perih.
Hingga dadaku sesak dan hampir mati.
Tapi kamu tetaplah kamu.
Yang sungguh – sungguh kamu.
Yang selamanya akan tetap kamu.

Kamu anggap dunia ini permainan dadu.
Kamu anggap cerita kita hanya palsu.
Ketika aku mencoba mencari hatimu.
Aku cari kemanapun tidak ketemu.
Ternyata hatimu telah beku.
Tapi bertemu denganmu telah membuka mataku.
Menjernihkan hatiku.
Mengindahkan hari-hariku.
Dan memperluas duniaku.

Bahwa selama ini aku salah memahami.

Dulu aku kira dalam cerita ini,
Ada aku, kamu, dia, mereka dan dia yang lain lagi.
Kamu ada untuk berkompetisi.
Mengalahkan dia, dia yang lain dan juga mereka.
Tapi ketika kamu telah pergi.
Aku menyadari bahwa ini bukan kompetisi.
Ini adalah seleksi alam yang alami.
Bukan karena siapa yang menang mengalahkan siapa.
Bukan untuk apa yang diperebutkan siapa.
Tetapi untuk yang bertahan, dialah yang menang.

Dan ternyata tidak ada seorang pun yang menjadi pemenang disini.
Bukan kamu, Bukan dia, Bukan mereka dan bukan dia yang lain.

27052011-00.42 WIB

0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..