Kamis, 15 Desember 2011

I Love You Anyway

Hey my wonderful and amazing blog,
welcome back.

Maaf nggak bisa menepati janji kepada diri sendiri dan kepadamu untuk menulis setiap seminggu sekali seperti kala itu.
Aku sibuk sekali. Sampai-sampai memotong kuku saja aku lakukan di sela-sela waktu sebelum kerja.
Aku tidak punya weekend lagi seperti dulu.
Dan tiap malam-malam yang biasanya aku gunakan untuk mengerjakan tugas atau belajar pun kini juga sudah terkuras.
Terbagi.
Terbagi dengan kebutuhanku akan kebutuhan hidup,
terbagi dengan keinginanku untuk lebih bertanggungjawab
dan dengan keinginanku untuk meluangkan waktu berdua saja dengan dia :)

Bukan bermaksud ingin melupakanmu.
Bukan maksudku, sungguh, untuk sengaja melupakan janji yang katanya bisa membantuku patuh terhadap rutinitas.
Bukan maksudku untuk mengesampingkanmu, karena aku sekarang sudah mempunyai 'seseorang' tempat untuk bercerita tentang apapun.
Bukan itu.

Walaupun abstrak,
tapi kehadiranmu benar-benar unforgetable.
Irreplaceable.
Kayak lagunya tante Beyonce yang seksi itu.

Di sela-sela menulis disini,
mekanisme tubuh seakan turut memberontak.
Tiba-tiba perutku sakit.
Aku rindu kamu.
Rindu yang aneh dan abstrak.
Karena kamu juga sesuatu yang aneh dan abstrak.
Hanya 'seonggok tempat sampah', tempat aku bercerita tentang apapun.
Dan kamu tidak pernah berpendapat.
Hanya 'mencerminkan' semua yang telah aku perbuat disini.
'Refleksi'ku, 'Bayangan'ku.
Ya, kamu akan tetap menjadi seperti itu.

Tapi,
aku ingin menceritakan sebuah hal lagi.
Moga-moga kamu masih berkenan menampungnya.
Ya, Tentu saja kamu masih berkenan. Aku punya 'kuasa' atasmu.
Jadi begini,
Kamulah refleksiku, pantulan diriku.
Tapi kini aku telah menemukannya dalam seseorang dengan begitu hidup.
Seseorang yang genap seminggu yang lalu telah mencintaiku secara penuh selama 4 bulan.

Aku ingin kamu berdoa untukku, untuknya, untuk kami.
Meskipun aku tau dengan gamblang, kamu bahkan tidak bisa berdoa.
Ya blog.. kamu abstrak..
But I love you anyway :*

Teruslah hidup,
Aku akan terus menghidupimu.
Dengan alunan jari tanpa nada,
Namun sarat makna.

0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..