Senin, 22 Oktober 2012

PIKA : Bertahanlah, teman! (Friends Part 1)

Hey Pika,
Aku menuliskanmu pertama dalam proyek besarku ini bukan karena pipimu besar.
Bukan juga karena cuma kamu yang bisa make up-in aku sampe aku terkagum - kagum sendiri lihat wajahku di depan kaca.
Bukan juga karena kamu suka minjemin baju - bajunya mamamu yang amazing itu untuk properti ngemc.
Bukan juga karena baju kita yang nggak sengaja selalu tiba - tiba kembaran, dan kita selalu menyadarinya "in a last minute"
Bukan, Pik!

Aku menuliskanmu di bagian pertama proyek besarku ini,
karena hari ini kamu sudah memutuskan "hal" itu.
Hal yang sudah lama kamu alami, membuatku ikut sedih dan nyesek juga,
Hal yang aku tau membuatmu sangat amat kecewa.
Iya, karena kamu sudah menentukan jalanmu.
Karena kamu bertemu dengan pria yang salah itu.
Yang selalu membuatmu makan ati. (Eneg ya pik, kalo kelamaan makan ati terus)

Tapi sekarang kamu sudah cukup dewasa untuk kemudian meninggalkan dia yang menyebalkan itu.
Demi kebahagiaan untukmu yang jarang sekali kamu dapati.
Dan aku yakin, setelah ini kamu mendewasa.
Karena,
Prosesmu bertemu dan kemudian jatuh cinta dengan dia ini benar - benar proses panjang yang aku yakin membuatmu semakin 'matang'.

Pika,
Kamu anak pertama dari 3 bersaudara.
Dan karakteristik anak pertama yang selalu aku amati adalah : Kemiripan wajahmu dengan mamamu yang benar - benar identik!

Tentang adek cowokmu, si Iik, yang dulu pernah sempat aku les privatin bahasa Inggris.
Yang doyan banget maen games sampe lupa waktu, lupa mandi, lupa pulang.

Tentang adek cewekmu, si Delfi, yang cuentilnya ngingetin aku sama masa kecilku.
Delfi yang sering banget kamju ceritain, lengkap dengan kelakuan - kelakuan ajaibnya dan juga hapenya yang kerlap - kerlip kayak lampu disko.
Delfi yang sering kita bilang kalo dia itu sebenarnya lebih cocok jadi adikku daripada adikmu.
Hahahaha, konyol gila si Delfi itu.
Kayaknya ntar pas dia gede, aku benar - benar memprediksikan kalo gedenya pasti ga jauh - jauh dari kelakuan absurdku.
Denger - denger, Delfi juga suka nulis kan ya?
Moga - moga suatu saat dia baca blog ini, pas dia udah gede ntar.
Nih Delfi : Aku tulis lengkap - lengkap namamu.
Biar nanti kalo kamu sudah mulai internetan, dan kamu bener - bener jadi secentil aku, kamu pasti melakukan hal yang sama kayak yang pernah aku lakuin sendiri.
Yaitu : Searching nama lengkap kita sendiri di google! hahahahha #KetawaNgakak
Delfi Nilarosa Alfiana

Dan akhirnya kamu tau kalo kakakmu, Pika, pernah bener - bener jadi seorang sahabat yang berarti banget buat aku. :')

Pika,
Kadang - kadang aku amazing banget sama tanganmu.
Dari tanganmu, kamu selalu bisa buat apapun dengan amazing.
Tapi, kenapa, dengan tanganmu juga,
Kamu selalu salah kalo nulis segala macam formulir dan kelengkapan yang ngisi - ngisi gitu.
Suatu waktu, aku pernah nemenin kamu buka ATM.
Aku sampe harus duduk di sebelahmu, nemenin kamu ngisi formulis buka rekening, dan itupun kamu masih salah-salah.
Aku juga pernah terkagum - kagum dengan kekatrokanmu yang nggak bisa ngeluarin uang 50.000-mu dari ATM. Gara - gara di ATM itu ga ada pilihan pencetan uang 50.000,- !!
Plis yah pik, kamu bisa mencet angka 50.000 kok di ATM dan uangmu pasti keluar, walaupun saldomu cuman 51.000,- (Thanks to Bank Mandiri dengan Tabungan Pelajarnya, yang nggak memberlakukan minimum saldo 100.000,-)

Inget nggak Pik,
Jaman - jaman masih kuliah tahun pertama,
Kita masih aktif - aktifnya di BEM.
Apa - apa kita selalu barengan.
Ikut acara - acaranya BEM barengan, ikutan studi banding ke Jakarta juga barengan,
Milih - milih oleh - oleh dimanapun kita pergi bareng juga selalu barengan.
Dan aku selalu amazing dengan kemampuanmu manage uang.
Kamu lo bener - bener huemat!
Aku iri banget dengan kehematanmu.







Sampe sekarangpun,
aku masih bersyukur,
walaupun kamu masuk penjurusan sastra, dan aku budaya,
kita masih banyak perkuliahan yang sekelas.
Ada Sakubun, Dokkai (Yang selalu kita lalui dengan nggosip),
juga Nihon Jijou dan Folklore yang selalu kita lalui dengan ngebully anak - anak lain kemudian ketawa cekikikan dan kamu selalu dengan ketawamu yang khas.


Aku, Kamu, sama Kie.
yang dari tahun pertama udah sahabatan, dan lingkaran garis sahabat kita yang semakin meluas.
Ketambahan Didin, Yulia, Onyonk, Bune, Ghofur, Pyok.
Kita bertiga, yang punya pose foto andalan.
Selama - lamanya nggak akan pernah aku lupa :')








0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..