Sabtu, 06 November 2010

Kisah Boneka Porselen

Kisah Boneka Porselen

by Risda Yogyanita on Monday, October 12, 2009 at 9:21pm
Layaknya boneka porselen.
Dahulu aku disayangi.
Sepenuh hati kau menjagaku.
Membersihkanku dari debu-debu.
Menghindarkanku dari tangan jahil.
Menyadarkanku akulah yang tercantik.
Meyakinkan semua bahwa akulah milikmu yang paling berharga.

Tapi aku hanya boneka porselen.
seiring mentari dan bulan berlari.
kaupun lupa bahwa masih ada aku.
Kau lupa denganku
yang masih menantimu
diujung lemari kaca di ruang tamu.
aku menantimu.
sampai tiba waktu
kau menggantiku dengan boneka baru.

bajuku yang usang
bagai alas kaki dibanding baju sang boneka baru.
rambutku yang kusut
bagai sabut kelapa dibanding rambut si nona baru.

semakin jelas ketidakberhargaanku kini.

kau dengan lekas melemparku
ke bak sampah paling ujung
di sudut rumahmu.
dan kau meraih si nona baru dengan perlahan.
menaruhnya di singgasanaku dahulu.

dan aku terjatuh,
pecah,
berantakan.
tanpa mampu beranjak.
tangisku telah usang.
airmataku tak sempat keluar.
aku hanya boneka porselen.
yang telah hancur terburai.
terbinasakan oleh keserakahan.
meratapi diri pun aku tak mampu.
menyatukan pecahan ini pun hanya ratap semu.

karena sekeras apapun aku berusaha
aku hanya boneka porselen.

hingga suatu saat

aku terbangunkan
oleh senyum terindahnya.
dan disaat mimpi semakin terlihat jauh
aku melihatmu tanpa berkedip.

aku hanya boneka porselen yang telah hancur,
usang,
tak bernilai.
namun kau mengulurkan tangan.
menaruh sebagian tubuhku dalam genggamanmu.
dan mengambil serpihan tubuhku yang lain dengan matamu
yang masih bersinar riang.

kau berujar,
mari ikut bersamaku puteri kecil.
aku akan menatamu perlahan.

namun aku hanya boneka porselen.
hanya bisa diam pasrah menurutimu.
mengikuti laju alur kisahmu wahai pemilik aku yang baru.

dan kau membawaku ke tempatmu.
menata serpihanku dengan kasih.
membersihkanku dengan kain indah.
menatapku dengan menakjubkannya.
aku bersyukur
akhirnya aku ada di tanganmu.
kau yang,semoga,tidak seperti
dia dari masa lalu.
walau sebersit tanyaku,
akankah kau membuangku kelak?

(secarik catatan di malam buta,10 Oktober 2009)

0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..