Sabtu, 25 Desember 2010

Amnesia

"Hey...", sapaku kepadamu.
Tidak ada balasan.
"Haloo.. kamu yang ada disitu..", panggilku lagi.
Tidak ada sahutan.
"Hei hei...iya, kamu yang disitu, aku ngomong sama kamu..", kali ini sapaku sedikit memaksa.
Kau tetap tidak menoleh.

Dengan terengah-engah, aku memutuskan untuk menyimpan saja sejuta sapaan untukmu yang telah lama aku pendam. Setelah hari kamu meninggalkanku. Tidak hanya dirimu yang pergi, separuh hatiku juga ikut pergi. Lenyap pergi bersama angin yang membawamu pergi kala itu.

Beberapa hari yang lalu, kamu telah kembali. Kembali kemana seharusnya kamu berasal dan kembali bermuara. Tapi tidak dengan cintamu. Tidak dengan hatimu. Tidak dengan semua kenangan kala itu. Entah dimana kamu meninggalkannya. Sepertinya kamu sudah tidak lagi mengingatnya.

Bahkan sepertinya kamu akan kembali lagi pergi, tanpa mengucap perpisahan apapun kepadaku. Seperti yang dulu pernah kamu lakukan. Akankah kamu lakukan sekali lagi?

Entah, pengecut sekaliber apakah yang sekarang bersarang dalam pemikiranmu. Bahkan untuk memutuskan mata rantai penantian ini kau tidak sanggup. Haruskah aku yang bertindak lagi? Baiklah. Semuanya memang dan sepertinya harus terjadi seburuk ini.

Padahal,
Sungguh aku tidak ingin memperburuk keadaan ini.
Pertemuan yang berawal dengan baik, harusnya diakhiri dengan baik pula.
Tapi, bahkan akhir yang baik pun sepertinya tidak terpikirkan di skenario otakmu.

Semuanya sudah berada di ujung dimana semuanya harus dieksekusi. Seperti ketika Christopher Columbus memutuskan di tanah mana harus berpijak. Seperti ketika Adam dan Hawa memutuskan memakan buah khuldi. Ketika malaikat kematian memutuskan untuk mencabut nyawa manusia.

Bukan lelah yang aku rasakan. Hanya hampa yang terus menerus menghantui. Amnesiamu kali ini benar-benar membuatku terluka.
Terima kasih atas luka yang telah mencabikku berkali-kali. Termasuk saat ini.
Terima kasih pula atas pertemuan tanpa perpisahan ini.
Terima kasih telah mengajariku untuk mencintai tanpa ego.
Keikhlasan inilah yang akan terus aku jaga. Bukan cintaku.
Maaf.

25 Desember 2010.
00:45

Dan inilah lagu yang pas untuk menggambarkan perasaanku sekarang..

"White Horse" 
by Taylor Swift

Say you're sorry
That face of an angel
Comes out just when you need it to
As I paced back and forth all this time
Cause I honestly believed in you
Holding on
The days drag on
Stupid girl,
I should have known, I should have known

[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around

Baby I was naive,
Got lost in your eyes
And never really had a chance
My mistake, I didn't know to be in love
You had to fight to have the upper hand
I had so many dreams
About you and me
Happy endings
Now I know

[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around

And there you are on your knees,
Begging for forgiveness, begging for me
Just like I always wanted but I'm so sorry

Cause I'm not your princess, this ain't a fairytale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world, that was a small town
There in my rearview mirror disappearing now
And its too late for you and your white horse
Now its too late for you and your white horse, to catch me now

Oh, whoa, whoa, whoa
Try and catch me now
Oh, it's too late
To catch me now

0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..