Senin, 20 Desember 2010

Tentang 'Petugas Sensus'

Petugas sensus itu datang kira-kira seminggu yang lalu.
Memberiku pelayanan selayaknya petugas yang bertugas menyensus penduduk.
Tapi anehnya, dia datang dengan data lengkap tentangku. Padahal, aku tidak pernah memberiku secuilpun keterangan tentang diriku. Belum, lebih tepatnya.
Terheran-heran, aku pun bertanya, "Darimana anda tau hal sebanyak ini tentang saya, padahal anda belum bertanya pada saya?"
Dengan wajah yang tegas dan tetap berpandangan lurus ke depan, "Saya telah mengetahui anda jauh lama sebelum ini. Saya sudah mengetahui apapun tentang anda dari apa yang telah tergambar di langit."

Dan pertanyaan saya pun berhenti sampai disitu. Saya merasa jawaban tersebut sedikit agak menyeramkan dan terkesan janggal, namun saya tidak berniat untuk menanyakan pertanyaan itu lagi kepadanya.
Hanya sedikit membatin, "Dasar petugas sensus yang aneh"

Tapi setelah kejadian yang aneh seminggu yang lalu itu, hubunganku dengan si Petugas sensus tidak hanya berhenti sampai disitu.
Kekagumanku padanya tidak pernah berhenti.
Dan sepertinya dia juga seperti itu.

Jalinan pertemananku dengan petugas sensus itu menjadi semakin jelas saja. Bukan hubungan antara petugas sensus dengan orang yang disensus lagi. Menghabiskan waktu bersama pun sudah sering sekali kami lakukan.

Tapi,
Aku merasakan ada yang janggal beberapa waktu yang lalu.
Ketika aku sedang menemaninya bertugas menyensus, aku mengetahui sesuatu. Kebetulan, yang sedang disensus adalah wanita janda yang cantik dan langsing. Sepertinya masih baru dia menjadi janda.
Ternyata, petugas sensus itu memperlakukan wanita janda itu sama seperti dia memperlakukanku beberapa waktu yang lalu.

Kecewa, itu saja yang aku rasakan.
tetapi aku tidak dapat berbuat banyak.
kenyataannya, aku dan dia hanya petugas sensus dan orang yang disensus saja kan?
tidak lebih.

tapi terima kasih, sudah menjadikan hari-hariku berwarna.
Jika petugas sensus itu berniat menjadikanku lebih dari sekadar "sasaran sensus", aku akan mempertimbangkan baik-baik tawarannya.
entahlah, hal-hal tentangnya selalu menarik minatku.

0 Comments:

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..