Rabu, 01 Desember 2010

Bunga Matahari : Penghormatan Terakhirku untuk Meita Nurdiansyah

Sebelum jiwamu terbang kesana,
Ijinkan aku untuk sedikit berbagi rasa,
Tentang apa yang pernah ada,
diantara kita
dan semuanya..

Ijinkan aku untuk memanggilmu dengan nama lain..
Nama yang entah terpikirkan begitu saja 
ketika aku mengingat semua tentangmu.

'Bunga Matahari'

......
iya,
itulah nama yang ingin aku sematkan kepadamu,
maaf tidak bisa langsung tersampaikan.
karena asa hanyalah harap..

tiada ruang lagi bagi kita untuk bercakap..
ketika tangan tidak dapat lagi meraih,
dan kita tidak dapat saling menyentuh..
Maka inilah yang dapat dilakukan..
menyimpan sinaran dan pancaran ceria
ala bunga mataharimu,
di hati kami semua disini..

Maaf atas segala khilaf
kami semua.
tentang khilafmu,
tenang saja,
semua sudah terhapuskan.

walaupun raga dan jiwamu telah tiada,
yakinlah..
'bunga matahari' itu akan selalu hidup
tumbuh subur merekah di hati kami

semoga apa yang dulu menjadi jiwamu,
pengabdianmu, spirit dan semangatmu,
bisa terus kami usung
ke puncak tertinggi.

You'll be in my heart always,
Meita Nurdiansyah..



Bagaikan petir di siang yang benar-benar brutal, ketika aku mendengar sayup-sayup suara di SC Sasjep, mengabarkan ketiadaanmu.
Semua pusing yang sukses membebani kepalaku karena tidur yang kurang nyenyak semalam, sirna begitu saja. Namamu disebut-sebut meninggal dunia.

Padahal kemarin malam, aku masih sempat sms kamu, untuk ijin aku tidak bisa ikut rapat lama-lama.
kali itu balasanmu singkat. hanya 'iy, gpp'
dan itulah, komunikasi tidak langsungku denganmu yang terakhir. 

Sebelum kamu pergi, ke tempat yang katanya sungguh indah dan damai. Meninggalkan hiruk pikuk dunia dengan segala kesibukannya. Meninggalkan kami semua disini, keluargamu, keluarga keduamu (Niseikai Aidai) dan kami tentunya, panitia-panitia Japanese World yang dulunya berada dibawah kendalimu.

Kali ini aku harus meminta pendapat ke siapa? Setelah kepergianmu yang sangat tiba-tiba ini? Tapi jangan terbebani, aku hanya sedikit menyesal, belum dapat membuktikan keyakinanmu ketika itu..
ketika aku bertanya, "Kenapa aku sih mbak yang dijadiin koor acara?? Ugh damn.. it's not that easy you know.. mbak meti, puhleaaaseee, think it twice..".
dengan gaya bicara yang sama lebaynya dengan aku, kamu menjawab, "Hey risda risda risda, hear me.. cuma kamu yang aku anggap bisaaa...auwkay??ya, kamu harus mau!oke, catat!"

sebegitu percayanya kamu denganku, dan aku belum sempat menunjukkan hasil kerjaku padamu?
sebegitu teganya kamu pergi begitu saja, dan tidak ada lagi yang bisa nandingin kelebaianku ngoceh kesana - kemari?
oh puhleaseee mbak meti, YOU GONE TOO SOON!!

Tapi tenang aja disana,
walaupun aku belum tau rasanya, tapi katanya disana semua damai.
nggak perlu lagi berpikir tentang kuis, IP ancur, KKN, PKL, JW, HIMA, atau apalah itu..

Mata yang selalu berbinar-binar,
baju bunga-bunga, jilbab terang menyala,
ocehan yang khas dan ceria,
tawa yang selalu menampilkan deretan gigi putih ala iklan pasta gigi..
kamu benar-benar tampak seperti bunga matahari bagiku.
walaupun sudah tidak bisa terlihat lagi semua itu.
tapi bunga matahari itu masih tetap akan aku simpan di dalam hati.
aku yakin, yang lainpun juga begitu.
meski cuma aku aja yang dengan kurang ajarnya bilang kamu itu mirip bunga matahari.

tentang JW, nggak usah kuatir mbakkk..aku udah janji bakal kasih yang terbaik, buat kamu khususnya..
dan aku juga udah janji, mau membantu Onyonk dan teman-teman yang lain..
spirit bunga mataharimu masih ada kok..
menancap kuat disini..

Tenang aja ya disana, mbak metiii...
yang matanya buesar belok, yang katamu kamu keturunan orang Tibet..
hehehehe..

aku akan merindukanmu sangat.
maaf semua kata-kata ini tertulis setelah kau tak lagi bisa membacanya.
tapi aku harap kamu bisa merasakannya.

5 Comments:

Vita mengatakan...

Terima kasih banyak...
wujudkan JW untuk adekku tercinta...
sukseskan acara itu,karena banyak pengorbanan yg sudah meta lakukan untuk itu...
do'akan selalu meta semoga diterima disisi Allah SWT...dan diberi tempat yg layak...
amieeeen....

We Luv u so much..
n u always in my heart my little sista

Anonim mengatakan...

vita's friend : wida

aku gak pernah ketemu langsung dengan meta, tapi dari cerita vita yang selalu banggain adeknya itu, aku jadi ikut kagum.. dua kakak beradik ini seolah gak pernah kehabisan spirit dan tenaga untuk ngomong dan ngomong..

aku ini seneng nulis, dan begitu tau meta juga jago bgt nulis, aku dulu sempet ijin copy beberapa cerpen dan operet dia semasa SMA lewat vita. dari karangan2 meta aja aku udah cukup bisa baca siapa sebenernya meta.

dan boleh dibilang aku salah satu fans untuk karya dia.

semoga apa yang udah dilakukan Meta bisa jadi panduan bagi temen2nya untuk meneruskan perjuangannya menjadi seseorang yang berarti dan berguna bagi orang lain...

Bahagia di sisi Allah ya dek, Amin...

Risda mengatakan...

mbak vita : iya mbak... kami disini keluarga besar sasjep unair pasti akan selalu dan selalu doain mbak meti... jadi iri aku, pengen punya sodara perempuan juga...huhuhuhu..
spirit mbak meti bakal selalu ada di hati kami, ntar JW dateng ya mbak, itu rintisannya mbak meti yang bakal kami lanjutin bareng2... :)

mbak wida : iya mbak, waktu 1 setengah tahun kayaknya kurang lama untuk kenal sama mbak meti..mbak meti benar2 sunflower banget di hati kami semua...rasanya seneng banget pernah kenal ama orang se-exciting mbak meti gitu...

we'll always remember you mbak metii.. :)

Anonim mengatakan...

Vita's friend :
Meta.. meskipun ak blm bgtu dekat denganmu.. tapi dari cerita kakakmu yg sangat syg ma km.. ak udh tw bagaimana dirimu.. pertemuan beberapa saat yg lalu denganmu.. bnar kta tmn2mu.. 'sunflower' senyummu yg ceria selalu bisa membuat orang disekitarmu ikut bahagia...

Bahagia di sisi Allah dek...

Djayeng Channissa mengatakan...

Ya Tuhan imouto-chan... kata-katamu sukses bikin aku terenyuh, untuk yang kesekian kalinya sejak kepergian mbak Meti Y.Y

Posting Komentar

Katakan apa saja yang ingin kau muntahkan dari otakmu, setelah membaca tulisan di atas..